Selemah-lemahnya kita bukanlah saat tak bersama maupun tak bersuara, tetapi saat sudah hilang rasa saling mengerti dan percaya.

26052012
7:39 pm, by mammeg
permalink




Jangan lupa, Anda Spesial!

Suatu hari seorang penceramah terkenal membuka seminarnya dengan cara unik. Sambil memegang uang pecahan AS $ 100, ia bertanya kepada hadirin, “Siapa yang mau uang ini?” Tampak banyak tangan diacungkan. Pertanda banyak minat.
“Saya akan memberikan ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini.” Ia berdiri mendekati hadirin. Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat. Lalu bertanya lagi,” Siapa yang masih mau ini?” Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.
“Baiklah,” jawabnya, “apa jadinya bila saya melakukan ini?” ujarnya sambil menjatuhkan uang itu ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya. Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi. “Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?” Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak.
“Hadirin sekalian, Anda baru saja menghadapi sebuah pelajaran penting. Apa pun yang terjadi dengan uang ini, Anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya. Biarpun lecek dan kotor, uang itu tetap bernilai 100 dolar.”

Dalam kehidupan ini kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan berlepotan kotoran akibat keputusan yang kita buat dan situasi yang menerpa kita. Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti. Padahal apa pun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai Anda. Jangan pernah lupa – Anda spesial.

8:07 am, by mammeg
permalink





I LOVE MY FAMILY MOST!!
12:46 am, by mammeg
permalink





Biasanya yang pacaran pas kuliah, akhirnya pisah setelah lulus.Walaupun tidak sedikit juga yang sampai jenjang yang lebih serius.

HerSantos
12:09 am, by mammeg
permalink





Putus kadang ga butuh alasan. Aku juga ga tahu,kadang cuma gara-gara ga cocok. Cuma itu. No matter how u try to find some reasons and u got nothing wrong.

Raditya Dika
8:50 pm, by mammeg
permalink





if You don’t help, don’t slow Me down
5:22 am, by mammeg
permalink





Simple saja. Kalau dunia melek lagi gak asik, saya akan pergi sebentar ke dunia merem. kapan pun saya mau.
4:59 am, by mammeg
permalink




Penting beliung

ini adalah opini subjektif saya,abaikan abaikan…sumpah ini gak penting kok.

karakter orang memang beda-beda. makanya kita nanggepin mereka nya juga beda-beda.

1. orang asik + berisi = Respect.bawaannya agak segan tapi nyaman dijadikan teman.bisa diajak saling support dalam berbagai hal.

2. orang ga asik + berisi = yah respect kadang-kadang aja (kalo mau nanya2 soal2 tugas atau ujian,itupun kalo setelah semua orang asik ga bisa jawab dan cuma dia yang ngerti)

3.orang asik+ga berisi = enak juga dibuat temenan kalo untuk fun fun,sedikit sok tahu ga masalah selama didalam ambang batas kewajaran yang diperbolehkan untuk orang yang gak berisi. jangan sampai bablas ntar “tong..tong..”tong kosong pun berbunyi. jadi males deh.

4.orang ga asik+ga berisi = haduhh gimana ya, enak dijadiin temen engga,respect apalagi. yah,doain aja dah dari jauh paling engga ga terlalu sering interaksi ma dia. (jahat ya gw…ngahahaha >:D) tambahan: kadang bingung gw,kok bisa ada orang kek gini,dan kenapa gw temenan ma orang kek gini,hahaha…

Me? terserah deh, i’m just trying to be ‘asik’ and ‘berisi’. yah namanya juga subjektif,terserah orang dong nilai gw. seterserah gw nilai mereka juga.. ;D

8:43 am, by mammeg
permalink




fuckyeahmahasiswa:

semoga post ini membuat mahasiswa yang sering telat KAPOK #trollface

dari mahasiswabelombisacebok

ngakak parah :DDD
3:27 pm, reblogged by rama pranendra
permalink




Jika Dijawab Pake ‘Alamat Palsu’…

fuckyeahmahasiswa:

(Saat hari UTS dan kamu telat nyampe ke kampus)

Temen Kamu: “Eh, lu kok gak ikut UTS? Emang lu ga tau ruangannya?”

Kamu:

Temen Kamu: “Lah lo ga tau? Kenapa ga nanya ke temen2 yang lain sih?”

Kamu:

Temen Kamu: “Itu sih derita lo, gue udah selesai tadi UTSnya, keluar duluan dong…”

Kamu:


Temen Kamu: “Lah sekarang lo gimana dong? Waktunya tinggal 5 menit lagi, Lo mau pulang aja?

Kamu:

*pasrah*

dari danidetik

8:50 am, reblogged by mammeg
permalink